Osilasi teredam pada rangkaian LC
Kurikulum: APC, Sek II
Tujuan¶
Mengamati osilasi bebas teredam pada rangkaian LC dan mengukur periodenya.
Rangkaian¶
Sumber 6 V mengisi kapasitor 10 µF melalui resistor 10 kΩ. Sakelar (terbuka) menghubungkan induktor 1 H dengan hambatan kumparan 10 Ω ke kapasitor. Osiloskop pada kapasitor: CH1, 2 V/div, 20 ms/div.
Langkah kerja¶
- Atur kecepatan jam simulasi di bilah alat ke ×0.1.
- Tutup sakelar dan amati bentuk gelombangnya.
- Bekukan tampilan dengan tombol MULAI/HENTI, ukur waktu lima periode, lalu bagi dengan 5.
- Buka sakelar agar kapasitor terisi kembali, lalu ulangi dengan kapasitor 40 µF.
Hasil yang diharapkan
Setelah sakelar ditutup, tegangan pada kapasitor berosilasi secara sinusoidal dan teredam. Periodenya sekitar 20 ms — satu divisi, jadi lima periode sama dengan lima divisi; frekuensinya sekitar 50 Hz: \(T = 2\pi\sqrt{LC}\). Redaman ditentukan oleh hambatan kumparan dan resistor pengisi. Dengan 40 µF periodenya menjadi dua kali lipat — sekitar 40 ms.
Pertanyaan¶
- Perubahan energi apa saja yang terjadi selama satu periode?
- Mengapa osilasi teredam?
Jawaban
- Dua kali dalam setiap periode energi berpindah dari medan listrik kapasitor, \(C \cdot U^2 / 2\), ke medan magnet induktor, \(L \cdot I^2 / 2\), dan kembali lagi. Saat tegangan kapasitor mencapai puncaknya arus bernilai nol, dan saat tegangan melewati nol arus mencapai puncaknya; pada awalnya kapasitor menyimpan sekitar 10 µF · (6 V)² / 2 = 0,18 mJ.
- Pada setiap periode sebagian energi berubah menjadi kalor pada hambatan-hambatan rangkaian: kumparan 10 Ω, yang dilalui seluruh arus osilasi, dan resistor pengisi 10 kΩ, yang tetap terhubung ke kapasitor melalui sumber. Energi yang tersisa untuk osilasi berkurang, dan amplitudo ikut berkurang.