Tegangan AC pada osiloskop
Kurikulum: GCSE (ac and dc), A-level, Sek I
Tujuan¶
Mengukur periode, frekuensi, amplitudo, dan nilai efektif tegangan bolak-balik.
Rangkaian¶
Sumber tegangan bolak-balik: gelombang sinus, amplitudo 5 V, 50 Hz. Voltmeter dalam mode AC dan osiloskop (CH1, 2 V/div, 5 ms/div) dihubungkan ke keluarannya.
Langkah kerja¶
- Gunakan kisi layar untuk menentukan periode dan nilai puncak ke puncak sinyal.
- Bandingkan dengan pengukuran otomatis pada baris menu osiloskop (Vpp, Vrms, frekuensi, periode).
- Ubah voltmeter ke mode DC, lalu kembali ke AC.
- Atur 100 Hz pada sumber, lalu pilih bentuk gelombang “Kotak”.
Hasil yang diharapkan
Periodenya 4 divisi (20 ms), frekuensinya 50 Hz; nilai puncak ke puncaknya 5 divisi (10 V). Voltmeter dalam mode AC menunjukkan sekitar 3,54 V — amplitudo dibagi \(\sqrt{2}\); dalam mode DC — sekitar 0 (nilai rata-rata gelombang sinus). Pada 100 Hz satu periode menempati 2 divisi. Untuk gelombang kotak dengan amplitudo 5 V, nilai efektifnya 5 V.
Pertanyaan¶
- Mengapa voltmeter menunjukkan 3,54 V, bukan 5 V?
- Berapa periode gelombang 50 Hz yang muat di layar pada 5 ms/div?
Jawaban
- Dalam mode AC voltmeter menunjukkan nilai efektif: tegangan searah yang akan memanaskan resistor sama besar. Untuk gelombang sinus nilainya \(U_{rms} = U_0 / \sqrt{2}\) = 5 V / 1,414 ≈ 3,54 V; 5 V adalah amplitudo, yang dicapai tegangan hanya di puncak-puncaknya.
- Lebar layar 10 divisi, sehingga pada 5 ms/div layar menampilkan 10 × 5 = 50 ms. Satu periode gelombang 50 Hz berlangsung \(T = 1 / f\) = 20 ms, sehingga 50 / 20 = 2,5 periode muat di layar.